Pada istana loka yang kehilangan jaya, sang permaisuri melahirkan pewaris tahta tanpa presensi sang raja. Didambakannya 𝘪𝘢 menduduki singgasana, namun sang putra mahkota lebih dulu memilih hunus pusaka ketimbang hanya duduk memamerkan muka.
Ini kisah sederhana, namun pelik jalannya, ihwal sukma menyimpan kesumat nan terpupuki air mata Ibunda. 𝚂𝚒𝚕𝚊 𝚜𝚊𝚔𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗.

Usah nelangsa, pentas aksara memang berlangsung lama. Namun untuk Tuan Nona yang enggan kehilangan waktu berharga dan tetap ingin jadi saksi mata perjalanan kisah, berikut adalah guratan singkat pusaka mengukir rangkumnya. 𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚐𝚞𝚐𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚖𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚕𝚒𝚜𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚛𝚝𝚊.
Belum selesai, coy.